Rabu, 09 Januari 2013

black metal

Gelombang pertama dari logam hitam muncul di Eropa pada pertengahan 1980-an awal dan, dipimpin oleh Inggris Venom , Swiss Hellhammer dan pada akhir 1980-an, band Norwegia seperti Burzum sedang menuju gelombang berikutnya. Black metal dalam memainkan musiknya sering malakukan permainan variasi dalam gaya dan kualitas produksi, meskipun kebanyakan band menekankan suara menjerit yang kencang dan menggeram yang ganas bagai orang tersiksa kesakitan melali vokalisnya. Permainan gitar terdistorsi sangat sering diputar dengan cepat memilih tremolo, suasana gelap serta dengan Ambient kebisingan yang melatar belakangi suasana yang mendesis, dalam setiap produksinya. Setan dipakai isu sentral dalam melatar belakangi pementasannya berdasarkan liring lagu yang cenderung mengerang, tema ini umumnya menjadi identitas dari aliran musik black metal. Kelompok band Black Metal banyak juga melakukan eksperimen dengan suara dari semua kemungkinan bentuk logam, folk, electronica klasik, musik dan avant-garde. Dari cara mereka berpakaian dan komitmennya untuk membuat jelek, baku, barang suram itu.
Sekitar tahun 1990, Black Metal lainnya banyak bertindak juga mengadopsi tampilan yang seram dan terkesan liar. Bathory inspired the Viking metal and folk metal movements and Immortal brought blast beats to the fore. Bathory mengilhami logam Viking dan rakyat logam gerakan dan Immortal membawa ledakan beats kedepan. Some bands in the Scandinavian black metal scene became associated with considerable violence in the early 1990s, with Mayhem and Burzum linked to church burnings. Dengan permainanyang membahayakan dan keliaran dalam pementasannya diantaranya, kelompok band Burzum sering melakukan adegan pembakaran gereja. Growing commercial hype around death metal generated a backlash; beginning in Norway, much of the Scandinavian metal underground shifted to support a black metal scene that resisted being co-opted by the commercial metal industry.According to former Gorgoroth vocalist Gaahl , “Black Metal was never meant to reach an audience…. [We] had a common enemy which was, of course, Christianity, socialism and everything that democracy stands for”.






 Kelompok Black Metal sering disebut sebagai kelompok aliran hampir sama denga Death Metal, Namun dalam cara berpakaian kelompok ini sering menggunakan tanduk mirip pasukan viking

Tidak ada komentar:

Posting Komentar